PROFIL DESA KAYU ABANG Huli Sungai Selatan
Desa Kayu Abang adalah salah satu dari 11 desa definitif di kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Nama Kayu Abang secara histori tidak dapat dipisahkan dari Pohon Kayu Habang atau Kayu Merah, dalam bahasa Inggris bernama Redwood Tree ( Sequoia sempervirens), pohon dengan kayu berwarna agak kemerahan berukuran besar dan tinggi, sekedar gambaran pohon itu sekarang masih tumbuh di Hutan Nasional California US, dahulu kala pohon tersebut banyak tumbuh di sekitar pinggiran Sungai Tatah Kayu Abang tepatnya wilayah Ambul Besar.
Sebelum adanya transportasi darat di Desa Kayu Abang, Dahulu Kala Jalur sungai adalah urat nadi keluar masuknya semua kegiatan dari dan ke wilayah Kayu Abang, titik utama itu adalah Dermaga atau kurang lebih pelabuhan sungai di wilayah ambul besar dengan sungai tatahnya disini Tatah Besar berkembang pesat menjadi jalur utama kegiatan semua lintas sektoral berbagai bidang ,baik ekonomi, perdagangan, transportasi, dan pendidikan, agama,serta pusat akulturasi sosial budaya cikal bakal pembentuk identitas umum masyarakat Desa Kayu Abang.
Seiring berjalannya waktu, orang orang dari luar wilayah Kayu Abang banyak menyebut wilayah Ambul Besar Tatah yang banyak ditumbuhi Pohon Kayu Merah, dengan sebutan Kayu Habang karena dalam penyebutan lebih familiar bagi masyarakat dan perlahan lahan seiring berjalannya waktu, secara umum di hulu sungai nama Kayu Habang lebih populer sampai dengan terbentuknya Desa secara resmi sesuai dengan keputusan pemerintah, disepakati nama KAYU ABANG kecamatan Angkinang sebagai Nama Desa yang beriri dalam wilayah Administrasi Hulu Sungai Selatan.
Kayu Abang Terkenal sebagai desa Mandiri pangan HSS dan juga KALSEL, dengan adanya dua kali penghargaan yg langsung dihadiri oleh menteri pertaniaan Republik Indonesia di desa Kayu Abang.
Desa Kayu Abang sangat menjaga tradisi dan nilai-nilai adat istiadat budaya Banjar hulu sungai secara turun temurun dalam penerapan aktifitas kehidupan masyarakatnya baik dalam ruang lingkup secara pribadi, keluarga, dan sosial, itu bisa dilihat secara langsung dalam interaksi umum masyarakat Kayu Abang sehari-hari
Desa Kayu Abang sangat menjaga tradisi dan nilai-nilai adat istiadat budaya Banjar hulu sungai secara turun temurun dalam penerapan aktifitas kehidupan masyarakatnya baik dalam ruang lingkup secara pribadi, keluarga, dan sosial, itu bisa dilihat secara langsung dalam interaksi umum masyarakat Kayu Abang sehari-hari




Komentar